Surat dari Dokter Chin-Chin

Tok, tok, tok!
Burung Pelikan pengantar surat mengetuk pintu rumah Dokter Chin-Chin.
“Dokter, ada empat surat untukmu hari ini.”
“Terima kasih. Aku harus segera membacanya, lalu membalasnya.”
“Dokter Chin-Chin adalah seorang dokter yang peduli pada masalah anak-anak.
Hmm, apa ya masalah mereka hari ini?
Kepada Dokter Chin-Chin,
Halo,
Namaku Penny, Aku adalah murid kelas 1 SD Kutub Utara.
Aku suka makan ikan sambil duduk dan membaca di rumah. Karena itulah tubuhku gemuk.
Teman-teman mengejekku dan memanggilku “Penny si Beruang.”
Sudah berulang kali aku memberitahu mereka kalau aku ini penguin, bukan beruang. Tapi mereka tetap tidak peduli.
Dokter, tolong aku!
1 Maret,
Penny di kutub utara
Balasan dari Dokter Chin-Chin
Untuk Penny,
Penny, waktu aku masih muda teman-teman mengejekku karena kacamataku tebal. Meski begitu kamu harustetap percaya diri. Kalau kamu marah atau menangis karena diejek, mereka akan terus-menerus mengejekmu.
Sebaliknya, kalau kamu bersikap seolah tidak ada masalah, teman-temanmu akan lelah lalu berhenti mengejekmu.
25 Maret,
Dokter Chin-Chin
NB: Selain makan ikan dan membaca buku, kamu juga harus rajin berolahraga.
Kepada Dokter Chin-Chin,
Namaku Pori. Aku tinggal di sawah.
Hari ini aku sedih sekali.
Aku tidak diundang ke pesta ulang tahun Co-Co.
Di sawah, cuma aku yang tidak diundang. Tidak hanya pesta ulang tahun, sebelumnya mereka juga piknik di kolam dan main masak-masakan tanpa mengajakku.
Apa salahku?
7 Maret,
Pori yang sedang sedih
Kepada Pori yang baik hati,
Pori, kamu tidak melakukan kesalahan apa pun.
Sebaliknya, teman-temanmu lah yang salah.
Kamu bisa mencoba berteman dengan satu orang dari mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya berteman dengan mereka semua.
Kamu juga boleh mengirimkan kartu ucapan dan hadiah untuk Co-Co.
Kuharap, Co-Co memahami maksud baikmu.
25 Maret,
Dokter Chin-Chin
NB : Aku juga mengirimkan buku berjudul Cabby, Ayo Kita Main. Aku pikir kamu perlu membacanya agar bisa belajar bersosialisasi melalui buku ini.
Kepada Dokter Chin-Chi,
Halo,
Namaku Alley. Aku tinggal di rawa. Sahabatku Haha sangat menyenangkan.
Tapi ada satu hal yang tidak kusukai darinya.
Dia sering buang gas di air tuuttt…
Kalau aku melihat gelembung-gelembung air itu, aku jadi tidak suka pada Haha karena kelihatannya jorok. Apa yang harus aku lakukan?
4 Maret,
Alley, sahabat Haha
Untuk Alley, sahabat Haha.
Jangan khawatir, kebiasaan buang gas itu bisa diobati. Hal terpenting dalam persahabatan adalah kejujuran. Beritahu Haha bahwa kamu tidak suka dengan kebiasaannya.
Tetapi, jangan sampai membuat Haha merasa malu. Akan lebih baik kalau kamu memberitahunya tentang kebiasaanmu sendiri.
Lalu ajak HAha untuk memperbaiki kebiasaannya bersama.
25 Maret,
Dokter Chin-Chin
NB: Sampai sekarang aku masih bermain dengan bonekaku, lho.
Kepada Dokter Chin-Chin
Namaku Guri, Aku hidup di kolam.
Kemarin aku bertengkar dengan temanku, Popo, karena dia menempati tempat favoritku. Meski sudah kujelaskan itu tempatku, dia tetap tidak mau pergi, jadi aku bertengkar dengannya. Sekarang, aku merasa bersalah padanya karena aku juga tidak meletakkan papan nama yang memberitahunya bahwa itu tempatku.
Setelah kejadian itu, Popo tidak mau bicara denganku. Apa yang harus aku lakukan?
8 Maret,
Guri dari kolam kecil
Kepada Guri,
Sebenarnya kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan. Bukankah menurutmu Popo tidak mencuri tempat itu darimu? Kalau memang begitu, Popo tidak bersalah. Temui Popo lalu minta maaf padanya. Kamu tidak mau kehilangan teman hanya karena masalah tempat, kan?
25 Maret,
Dokter Chin-Chin
NB : Aku sendiri berani minta maaf duluan, dan itu berkat kamu. Aku akan memberitahumu apa yang terjadi padaku di surat selanjutnya.
Kemarin, DOkter Chin-Chin bertengkar dengan Tuan Too-too. Penyebabnya adalah pohon yang ada di rumah Tuan Too-Too menutupi taman bunga Dokter Chin-Chin.
“Hei Too-Too kamu harus menebang pohonmu!”
“Kenapa? Aku tidak mau menebang pohon yang tidak bersalah ini!”
“Tapi pohon itu menutupi taman bungaku!”
Dokter Chin-Chin berteriak dan Tuan Too-too membanting pintu.
Keesok harinya, Dokter Chin-Chin menemui Tuan Too-too.
“Too-Too, aku sungguh menyesal karena pertengkaran kemarin.”
“Aku juga minta maaf karena  aku marah-marah.”
Keduanya pun berdamai lalu membicarakan masalah pohon itu baik-baik. Lalu, bagaimana Dokter Chin-Chin dan para sahabat ciliknya menyelesaikan persoalan mereka?
Penny tetap merasa percaya diri meski diejek teman-temannya. Sekarang, tidak ada lagi yang mengejek Penny.
Pori Menjadi akrab dengan Co-Co setelah dia mengirimkan hadiah ulang tahun.
Teman-teman lain juga mau bermain bersama Pori.
Setelah alley berbicara jujur pada Haha, dia tidak buang gas sembarangan lagi.
Alley juga memperbaiki kebiasaannya menari hidung
Guri terlebih dahulu minta maaf pada Popo. Dan akhirnya, Popo membantu Guri menemukan tempat yang lebih baik.
Dokter Chin-chin dan tuan Too-too memindahkan taman bunga ke tempat yang mendapat lebih banyak cahaya Matahari. Dengan begitu, mereka bisa berteduh di bawah pohon yang rindang.