/ cerita anak

Serigala dan tiga babi bersaudara

Pada zaman dahulu kala, hiduplah tiga anak babi bersaudara. Besok mereka akan meninggalkan rumah lama merka dan membangun rumah baru di hutan. Ibu mereka khawatir sekali.

“Anak-anak, apa kalian pernah mendengar cerita tiga babi kecil? Kalian harus membangun rumah yang KOKOH sehingga bila seekor serigala yang jahat dan kuat datang, kalian akan tetap aman.”
Malam itu, ketiganya berpikir keras bagaimana membangun sebuah rumah yang kokoh. “kesalahan ketiga babi dalam cerita itu adalah karena mereka membangun tiga rumah yang berbeda.” kata anak babi tertua.
“Betul! kalau kita bekerja sama, kita pasti bisa membangun rumah yang kokoh,” kata babi kedua.
“Kakak, kalian benar sekali!” kata babi termuda.
Keesokan paginnya, ketiga bersaudara itu meninggalkan rumah. Ibu babi menangis dan mengusap air matanya dengan celemeknya.
Ketiga anak babi berkata “Ibu, jangan khawatir kami bertiga pasti bisa membangun rumah yang kokoh dan mengalahkan serigala jahat!”
“Baiklah. Anak-anakku” sahut ibu babi.
Setibanya di hutan, mereka memutuskan untuk langsung mulai membangun rumah.
Mereka akan mendirikan pilar dengan kayu dan membuat dinding dari batu bata.
Maka ketiganya pun berbagi tugas.
“Aku akan membersihkan lahan untuk rumah kita.” Kata babi tertua.
“Aku akan membawakan kayu dari hutan.” kata babi kedua.
“Aku akan membuat batu bata.” kata babi termuda.
Mereka terlihat begitu bersemangat.
Ketika babi tertua membersihkan lahan, babi kedua pergi ke hutan untuk menari kayu.
Di tengah perjalanan, dia melihat buah beri merah yang sangan manis.
“aku haus. aku akan makan beberapa buah beri ini lalu melanjutkan pekerjaanku!”
Nyam, Nyam, ngiikk!
Di samping hutan mengalir sungai kecil.
Untuk membuat batu bata, babi termuda pergi ke arah sungai.
Di sana pun ada pohon buah beri merah yang manis.
“Aku lapar, aku akan makan beberapa buah beri ini lalu melanjutkan pekerjaanku.” Nyam, Nyam, ngiik!
Setelah memakan buah beri itu, tiba-tiba babi kedua dan termuda merasa sangat mengantuk.
Akhirnya mereka pun tertidur. krrrooookkkkk…. kkkkkrrrooooooookkkk.
Ternyata buah beri merah itulah yang membuat mereka tertidur.
Serigala yang sejak tadi bersembunyi langsung menghampiri mereka begitu melihat kedua babi itu tertidur. ” Hahaha. sudah lama sekali aku tidak makan babi!”
Ketika si serigala hendak menyantap babi termuda, babi tertua memanggil mereka.
“Adik! Adik!”
Dari kejauhan, tampak babi tertua datang mendekati adik-adiknya.
Serigala itu langsung bersembunyi.
Babi tertua membangunkan kedua adiknya.
“Kenapa kalian malah tidur dan tidak bekerja?”
“Aku tadi makan buah beri merah itu” jawab babi kedua dan babi termuda serempak.
Babi tertua mencium buah beri merah itu. endus…. endus!
Kemudian dia melihat jejak kaki besar milik serigala di tanah.
“Ada serigala! Kita harus segera bekerja sama dan menggabungkan kekuatan kita!”
Ketiga babi bersaudara bekerja keras menebang pohon dan membuat batu bata bersama-sama.
Dengan bekerja sama, mereka bisa menyelesaikan pekerjaan… tok tok tok!
“Ayo kita dirikan pilar yang kuat untuk rumah kita.”
“Ayo kita susun batu bata dengan rapi.”
“Ayo kita buat pintu dan jendela yang bagus.”
“Ayo kita buat atapnya berwarna merah.” Akhirnya mereka berhasil mendirikan rumah yang kokoh dan cantik!
Tapi masih ada tugas yang harus mereka lakukan.
Mereka harus mengalahkan serigala besar yang jahat.
Ketiga bersaudara itu kemudian membiarkan jendela terbuka lebar dan menggantung kuali di atas perapian untuk memasak sup.
“semoga aromanya tercium sampai ke luar.”
“Endus, endus… aroma ini berasal dari rumah tiga babi itu. Karena mereka mendirikan rumah yang kokoh. Meniup rumah mereka akan sia-sia saja.” Si serigala memikirkan cara supaya bisa masuk ke rumah.
Dia ingat kesulitan yang dialaminya saat berusaha masuk ke rumah milik tiga babi lain lewat cerobong asap.
Akhirnya si serigala memutuskan untuk memecahkan jendela rumah mereka.
“Ya! aku akan masuk lewat jendela!”
Prangg!!
“Ah, Pintunya ternyata terbuka! Tapi kenapa di sini gelap sekali?”
Tiba-tiba, serigala itu mendengar suara ribut.
“Akan kuikat kakinya!” “Aku yang mengikat tangannya” “Akan kumasukkan buah beri merah ke mulutnya.”
Tidaaaak! aaaah! eeeeh!
Serigala itu berhasil diikat ke kursi.
“Apa kita sebaiknya memasukkan serigala yang jahat ini ke sumur atau mendorongnya dari tebing?” “Oh! Tolong, jangan lakukan itu!”
“Tapi kamu selalu mengganggu kami, para babi!”
“Itu karena aku kelaparan. Serigala tua sepertiku tidak sanggup berburu.”
Serigala itu terlihat ketakutan sampai gigi dan bulunya gemetar.
Akhirnya, apa yang dilakukan ketiga saudara itu?
Bersama si serigala, mereka menggarap sebuah ladang.
Babi tertua menanam jagung manis,
Babi kedua menanam kentang, dan babi termuda menanam apel.
Lalu, apa yang dilakukan si serigala?
Dia mencabuti rumput dari ladang jagung dan kentang, menangkap kutu di pohon apel, dan karena dia makan daging, si serigala juga beternak ayam.
Meja makan mereka selalu dipenuhi makanan.
“Wah, hebat sekali jika kita menggabungkan kemampuan kita!” Akhirnya, ketiga babi bersaudara dan serigala pun hidup bahagia bersama.