Putri dan Pangeran

Cerita Putri
Aku adalah peri penjaga sang Putri. Dia cantik, kan? Sejak kecil dia memang menawan. Pipinya merah seperti bunga mawar. Aku jadi gemas dan ingin mencubitnya.
Cerita Pangeran
Aku adalah peri penjaga sang Pangeran. Dia lucu sekali, kan? Ketika Pangeran masih bayi. gumaman dan hidungnya yang kembang-kempis benar-benar menggemaskan. TAPI…
Cerita Putri
“PUTRI! kamu sudah janji tidak akan pergi ke puncak istana. Apa kamu lupa, waktu kamu jatuh tertidur karena jarimu tertusuk jarum pemintal?”
“Maaf, Aku lupa.” Sang Putri melanggar janjinya lagi. Kami, para peri, menjadi makin lemah bila janji itu dilanggar.
Cerita Pangeran
“PANGERAN! kamu sudah janji untuk tidak menaiki kepala naga api lagi. Apa kamu lupa rambutmu pernah terbakar?”
“Maaf, aku lupa lagi.” Oh! Pangeran sudah 63 kali melanggar janjinya. Bila janji-janji itu dilanggar sebanyak 100 kali, kami para peri, harus meninggalkan majikannya.
Cerita Putri
“PUTRI! Apa yang kamu makan? kamu kan sudah janji untuk tidak makan makanan dari orang yang tidak dikenal!”
“Maaf, Jangan marah yah. Aku cuma ingin seperti Putri Salju”
Saat Putri menerima dan makan apel beracun dari orang yang tidak dikenal. dia sudah melanggar janji sebanyak 82 kali.
Cerita Pangeran
“Pangeran! Kamu tidak bisa terbang seperti aku! Mencoba-coba terbang seperti angsa itu berbahaya. Kamu juga sudah janji untuk tidak melakukannya, kan?”
“Maaf, aku cuma penasaran bagaimana rasanya jadi Pangeran Angsa yang bisa terbang.”
Lagi-lagi Pangeran melanggar janji dan ini sudah yang ke-92 kalinya.
Cerita Putri
“Hwaa! ada serigala!”
“Putri! Kamu sudah janji untuk tidak memakai jubah merah saat keluar istana. Kalau kamu keluar istana sendirian serigala akan mengejarmu.”
“Maaf, maaf… aku benar-benar tidak tahu kalau serigala akan muncul!”
Seperti biasa, Putri melanggar janjinya lagi dan ini sudah yang ke-99 kalinya.
Cerita Pangeran
“Akan kugigit kau!”
“Pangeran! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu lupa janjimu untuk tidak berkelahi dengan serigala lagi?”
Ini adalah yang ke-99 kalinya Pangeran melanggar janji.
Cerita Putri
“Putri, pohon ini sudah tumbuh sampai ke langit. Kamu tidak akan mungkin bisa memanjat hingga ke puncak.”
“Tenang, aku janji aku akan berhati-hati!”
“Kamu melanggar janjimu lagi, Putri!”
“Maaf tapi aku ingin sekali memanjat pohon ini.”
Cerita Pangeran
“Pangeran, sumur ini sangat dalam dan berbahaya. Kamu tidak mungkin sampai ke dasarnya.”
“Jangan khawatir, aku janji akan berhati-hati!”
“Kamu melanggar janjimu lagi, Pangeran!”
“Maaf, habis aku penasaran sekali.”
Cerita Putri
“Putri, kamu sudah melanggar janjimu sebanyak 100 kali.”
Cerita Pangeran
“Aku akan pergi sekarang. Pangeran!”
Cerita Putri
“Peri, jangan pergi! Coba lihat… meski aku ingin naik ke puncak istana, tapi aku tidak akan melakukannya!” Percuma saja walaupun Putri menangis dan mengikuti si Peri.
Cerita Pangeran
“Peri, jangan tinggalkan aku! Coba lihat… meski ada naga api, aku tidak menunganginya!”
Sudah terlambat walaupun Pangeran merengek dan mengikuti si Peri.
Cerita Putri
“Peri, kembali! Mulai sekarang aku tidak akan menerima makanan dari orang yang tidak dikenal!”
“Tapi kamu sudah 100 kali melanggar janjimu.”
Cerita Pangeran
“Peri, jangan pergi! Mulai sekarang aku tidak akan berkelahi dengan serigala di hutan.”
“Tapi kamu sudah 100 kali melanggar janjimu.”
Pangeran dan Putri bertemu
“Hei, siapa kamu? Peri si Putri, yah?
“Kamu Peri si Pangeran, ya?”
Sayangnya tidak ada peri seperti kami yang majikannya melanggar janji sampai 100 kali
Tapi…
Coba liat mereka…
Mereka sebenarnya tidak membuat onar dan tidak nakal.
Malah, sekarang mereka bersikap malu-malu.
“Pangeran! Putri! Kami harus pergi sekarang.”
“Apakah kalian harus pergi? Sekarang aku benar-benar akan menepati janjiku!” “Jika manusia tidak menepati janji pada peri maka peri harus pergi. Itulah perjanjian antara manusia dan peri.”
Putri dan Pangeran merasa sedih dan ingin menangis.
“Tapi aku akan memberikan hadiah perpisahan.” Kata para peri.
Sim salabim!
Putri dan Pangeran pun saling jatuh cinta.
“Putri, Pangeran, jangan lupa! Jika kalian ingin hidup bahagia, kalian harus saling menepati janji!”
Lalu kedua peri itu pergi.
Apakah mereka bisa saling menepati janji dan hidup bahagia?
Author : Min Jin Lee