Muntah muntah pada bayi

Pada bayi kecil, para orantua sering sulit membedakan antara muntah-muntah dengan gumoh, yaitu keluarnya kembali sedikit susu yang baru diminumnya. Hampir semua gangguan ringan bisa membuat bayi muntah satu kali, dan hal seperti ini tidak perlu dicemaskan. Namun sering muntah pada bayi mungkin merupakan tanda adanya masalah tersembunyi.

Tanda bahaya

Segera bawa si bayi ke rumah sakit bila muntahannya hijau kekuningan atau bila muntahnya disertai salah satu gejala berikut.
Bintik kulit rata merah gelap yang tidak memudar oleh tekanan.
Tidak mau makan selama lebih dari 3 jam ( untuk bayi usia di bawah 3 bulan) atau lebih dari 6 jam (untuk bayi usia di atas 3 bulan)
Mengantuk yang tidak wajar.
Mata cekung dan / atau mulut kering
Tinja hitam atau bebercak darah.
Mencegah Gastroenteritis

Bayi, khususnya yang disusui dari botol, terutama amat rawan terhadap gastroenteristis. Tindak pencegahan berikut ini bisa membantu mengurangi resiko infeksi :
Selalu cucilah tangan setelah dari toilet, setelah mengganti popok bayi, serta sebelum menyiapkan susu si bayi.
Cuci dan sikatlah semua botol, tutup botol, serta dot, dengan air sabun hangat sebelum mensterilkannya.
Sterilkan baik baik semua peralatan makan dan dot, memakai pembasmi kuman, atau pensteril uap atau dengan merebus peralatan tersebut di sebuah panci.
Pastikan bahwa semua air yang dipakai untuk bayi berusia di bawah 5 bulan sudah direbus dan didinginkan.
Sediakan handuk terpisah untuk bayi dan sering seringlah mencucinya.
Walau sterilisasi bisa dihentikan sejak bayi berusia sekitar 6 bulan, senantiasa pastikan bahwa semua alat tersebut tercuci baik dengan air sabun hangat.
Menangani gastroenteritis pada bayi

Gastroenteritis tidak memerlukan pengobatan seperti antibiotika. Pemberian larutan oralit akan bisa mencegah dehidarsi dan membantu pemulihan. Pada bayi ASI, pemberian larutan oralit perlu dikurangi setelah si bayi mulai membaik. Pada bayi susu-botol, berikan larutan oralit hanya di hari pertama, kemudian setengah larutan oralit dan setengan porsi susu di hari kedua. Kemudian kembali ke porsi susu botol normal 24 jam kemudian. Bila suatu saat timbul diare, mungkin hal itu disebabkan oleh intoleransi laktosa sementara. segera berikan lagi larutan oralit dan hubungi dokter anda.