Kenaikan berat badan berlebihan

Kegemukan membawa resiko kesehatan dan bisa menambah masalah emosional maupun sosial. Karena itu perlu diwaspadai kemungkinan kenaikan berat badan berlebihan pada anak anda. Penampilan tidak selalu menandai obesitas, karena bayi dan balita biasanya juga tampak gendut. Cara terbaik memantau setiap masalah berat badan anak adalah membuat catatan rutin pertumbuhan anak anda. Meningkatnya kesadaran atas bahaya obesitas pada kaum dewasa telah membawa ke kesadaran bahwa masalahnya mungkin dimulai sejak masa anak-anak, di awal mulai terbentuknya kebiasaan makan yang tidak sehat. Sangat jarang kegemukan disebabkan oleh masalah hormonal.

**Peringatan**
**Diet khusus **Kebutuhan makanan seorang anak berbeda dengan orang dewasa. Diet yang tidak seimbang bisa berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan. Jangan pernah mengijinkan anak berdiet atau membatasi jenis makanan pada satu kelompok makanan saja, kecuali berdasarkan saran dokter
**Bahaya obesitas di usia anak-anak**
** **
Kegemukan bisa menimbulkan berbagai efek negatif. Kelebihan berat cenderung mengurangi aktifitas fisik, yang akan menambah masalah berat badan serta mengurangi kesegaran jasmani. Banyak anak yang kegemukan juga menjadi bahan olok-olok anak lain, membuat mereka merasa tidak aman dan kesal. Perasaan rendah diri akibat diolok-olok, sering berlanjut sampai dewasa. Anak yang kegemukan umumnya tetap gemuk sampai dewasa, memperbesar resiko terhadap berbagai kelainan di usia lanjut, termasuk kelainan jantung dan peredaran darah seperti stroke ataupun serangan jantung. Kegemukan pada orang dewasa juga memperbesar kemungkinan timbulnya masalah sendi, misalnya nyeri punggung atau lutut. Diabetes dan uga kanker, lebih banyak dialami orang kegemukan.
**Membantu anak mencapai berat badan sehat**
** **
Kebanyakan anak yang kegemukan makan lebih dari yang mereka butuhkan.
- Jaga agar penurunan berat badannya tidak terlalu cepat. Penyusutan yang ideal adalah 0,5 kg per minggu. - Libatkan si anak dan biarlah dia yang memutuskan untuk menurunkan berat badannya sendiri. - Hentikan membeli makanan tinggi-lemak dan tinggi-kalori, misalnya cokelat. - Untuk mengurangi godaan, doronglah si anak gemar berkegiatan aktif, misalnya sepakbola atau senam, bukannya nonton tv atau bermain komputer. - Doronglah dan berilah hadiah atas keberhasilannya menurunkan berat badan.