Diare Pada Bayi

Diare adalah sering mengeluarkan tinja encer yang tidak wajar. Wajar bila bayi ASI mengeluarkan tinja lembek sampai 6 kali sehari, dan hal ini tidak perlu dianggap sebagai diare. Bila bayi anda mengalami diare, beri dia banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

**Tanda Bahaya**
** **
Segera bawa ke rumah sakit bila bayi anda mengalami gejala gejala sebagai berikut :
- Mengantuk yang tidak wajar - Mata cekung dan / atau lidah kering - Tinja menghitam atau bernoda darah - Menolak disusui lebih dari 3 jam (pada bayi usia di bawah 3 bulan ) atau lebih dari 6 jam ( pada bayi usia di atas 3 bulan )
**Intoleransi protein susu sapi**
Sebagian anak tidak tahan terhadap protein susu sapi, yang terdapat di kebanyakan susu formula.Intoleransi seperti itu bisanya timbul di tahun pertama usia bayi, antara seminggu sampai dengan beberapa bulan setelah mulai minum susu,  dan berakibat diare atau muntah. Kondisi ini biasanya menghilang di usia 3 tahun.
Bila menduga bayi anda mengidap kondisi ini. tanyakanlah ke dokter. Dokter mungkin akan menyarankan menghindari semua produk susu sapi dalam makanan si bayi selama masa percobaan 2 minggu. Bila gejalanya menghilang, sedikit susu bisa ditambahkan dalam makanannya dibawah pengawasan dokter. Diagnosa ini akan terpastikan bila gejalanya timbul lagi.
Bayi yang mengidap intoleransi susu sapi memerlukan makanan yang bebas dari produk susu sapi dan perlu diawasi seorang ahli-gizi. Anak-anak usia di bawah 1 tahun memerlukan susu formula alternatif, misalnya yang terbuat dari kedelai, yang bisa didapat dengan resep dokter. Si anak perlu di tes lagi untuk kondisinya setiap 3 bulan. Bila intoleransinya sudah hilang, susu sapi secara berangsur bisa ditambahkan ke dalam makanannya.
**Tinja Bayi**
Tinja pertama bayi disebut meconium, yaitu zat lengket hitam kehijauan yang terutama terdiri dari lendir dan *bile*. Dalam satu-dua hari, warnanya berubah menjadi coklat kehijauan, lalu berubah menjadi warna yang lebih tetap. Kebanyakan bayi membuang tinja beberapa kali sehari, walaupun ada juga yang tidak membuang tinja sampai beberapa hari. Selama si bayi tampak sehat, mungkin memang tidak apa-apa. Bayi ASI bisa membuang tinja sangat sering. Tinjanya sangat lembek dan biasanya berwarna kuning jeruk, seperti *mustard,*  dan bisa di sertai lendir. Baunya akan seperti susu basi.
Bayi susu-botol mengeluarkan tinja yang lebih padat dan lebih keras dari pada bayi ASI. Tinjanya biasanya berwarna coklat muda dan baunya lebih mirip tinja orang dewasa.
Tinja hijau menandakan bahwa makanan bergerak melalui usus sangat cepat. Untuk bayi ASI, tinja hijau mungkin wajar, namun pada bayi susu botol tinja seperti itu bisa timbul dari adanya infeksi gastrointestinal.
**Mencegah dehidrasi pada bayi**
** **
Diare, Muntah ataupun demam, bisa menyebabkan dehidrasi yang merupakan kondisi berbahaya bagi bayi. Sehingga perlu memberi tambahan minum pada bayi sebelum memberi ASI atau susu-botol bila si bayi mengalami gejala tersebut. Larutan rehidrasi bisa dibuat dengan melarutkan bubuk oralit yang bisa dibeli bebas, atau dengan melarutkan gula sebanyak 2 sendok teh peres ke dalam 200 ml air matang. Sementara si bayi masih mengalami gejalanya, berikanlah larutan rehidrasi dengan porsi harian sesuai tabel berikut.
Berat BayiJarah Harian larutan rehidrasi
kglbmlfl.oz
<4<950018
4960021
51175026
61390032
715105037
818120042
920135048
> 10 >22150053
**Jatah harian larutan rehidrasi**
** **
Gunakan tabel di atas untuk menentukan jatah harian pemberian larutan rehidrasi sesuai berat badan si bayi.